Home » Berita Terkini » Credit Union Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Credit Union Diharapkan Jadi Mitra Pemerintah Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

UJOH BILANG – Kehadiran lembaga keuangan non bank seperti Credit Union Daya Lestari, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union (CU) Daya Lestari tahun buku 2016, di aula Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, Jumat (27/1).

Bupati memberi apresiasi karena keberadaan CU adalah mitra pemerintah dalam mendorong kegiatan usaha produktif maupun berbagai jenis kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatn. “Sebagai lembaga keuangan non bank undang-undang mengijinkan CU menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk simpan pinjam, yang persyaratannya biasanya lebih mudah sederhana dan bunga pinjaman lebih rendah,” katanya.

Bupati melanjutkan, sejarah kemunculan lembaga keuangan non bank, seperti CU mulanya dibentuk bukan meraih keuntungan besar dalam waktu singkat, tapi justru menolong kalangan ekonomi lemah yang tidak terlayani lembaga perbankan, banyak masyasrakat tidak bisa dilayani dengan mudah karena adanya persyarataan agunan, selain itu lembaga perbankan juga mengajukan cash flow, selain menyalurkan modal usaha dan modal kerja, lembaga keuangan selalu supervisi dan pembinaan, adalah agar kegiatan usaha dilakukan anggota masyarakat bisa berjalan lancar, sehingga pengembalian kredit berjalan lancar.

“Sebagai lembaga keuangan non bank, CU sudah menjalankan fungsinya dengan baik, dan siap memberikan bantuan dengan baik dan mudah, dengan cara mendidik masyarakat yang menjadi usahanya,” jelas bupati.

Bupati berharap keberadaan Credit Union Daya Lestari sebagai mitra pemerintah dalam mendorong usaha sosial kemasyarakatan. “Selain itu, kehadiran CU memberikan layanan bantuan perkreditan, serta dorongan bagi masyarakat untuk menabung. Disamping memberi bantuan perkreditan, Credit Union memberikan supervisi dan pembinaan kepada anggota sehingga lancar mengembalikan pinjamannya dan bunganya. Serta yang rajin menyimpan dan meminjam berhak mendapatkan hasil usaha,” harapnya.

Bupati berpesan agar seluruh manajemen dan pengurus CU dapat mengelola CU secara profesional dan memiliki beban moral demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sudah banyak yang menjadi anggota CU, sehingga yang dipikirkan bagaimana koperasi ini terus bertahan dan terus lestari. Tentu menuntut pengelolaan yang profesional, perlu tata kelola yang bagus, serta pengurusnya diharapkan punya moral dan integritas yang tinggi. Hal ini penting, mengingat banyak contoh koperasi yang sudah bubar karena pengelolaanya tidak baik,” terangnya.

Ia berharap, Credit Union dapat terus hadir sehingga dapat memberi kontribusi peningkatan ekonomi anggotanya di lingkungan dimana dia berada. Mereka datang di mahulu berniat memberi support kepada pemerintah tidak apa pak simon tempat kita sangat butuh bantuan berharap bantuan yang notabene ddaerah kita semua sehingga dapat sejahtera dan berkeadilan.

Perwakilan Pusat Koperasi Kredit kopdit BKCU Kalimantan Herculanus Cale mengatakan, misi sejati CU yaitu tujuan utama Credit Union mengontrol penggunaan uang, memperbaiki nilai moral dan fisik dari setiap anggota, dan memberdayakan untuk hidup mandiri. “Artinya CU berpihak pada masyarakat kecil, lemah dan terpinggirkan, dan ini berarti dalam operasional di lapangan, CU tidak boleh terjerumus sebagai lembaga keuangan semata, yang hanya fokus pada kegiatan simpan dan pinjam saja, tapi harus menjaga jati dirinya sebagai CU, dan mampu memposisikan dengan lembaga keuangan lain, misalnya bank atau Koperasi Simpan Pinjam semata, terutama dalam hal jaminan, dalam hal filosofi dan nilai-nilai, tidak hanya menonjolkan aktivitas keuangan simpan pinjam,” jelasnya.

Perwakilan pengurus CU Daya Lestari Simon Jaang mengungkapkan RAT tahun buku 2016 adalah RAT yang digelar kali kedua di Ujoh Bilang, setelah tahun sebelumnya di tahun 2006 dilakukan di tempat yang sama. “Pelaksanaan RAT di Ujoh Bilang bukan suatu kebetulan, selain karena telah disepakati tahun lalu,   apalagi sebagai wilayah yang strategis karena Mahakam Ulu kabupaten DOB yang cukup muda. Pendiri CU Daya Lestari juga banyak berasal dari Mahakam Ulu karena itu sangat penting bersinergi,” katanya.

Ia mengungkapkan saat ini terdapat 4 cabang CU Daya Lestari di Mahakam Ulu yaitu, di Long Apari, di Long Nunuk, di Ujoh Bilang, dan di Datah Bilang. Perkembangan tumbuhnya cabang ini, menurut dia, sangat diapresiasi. Sebab, munculnya CU Daya Lestari di kabupaten Mahakam Ulu disambut baik seperti di beberapa daerah lain dengan cara bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun di kecamatan. “Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat khususnya memberikan ruang karena CU Daya Lestari ingin berpartisipasi dalam pembangunan di mahakam ulu,” ungkapnya.

Ketua panitia Markus Madang mengatakan peserta RAT kurang lebih 350 anggota yang hadir dari 29 Tempat Pelayanan se Kaltim dan Kaltara. Peserta RAT konsep perwakilan dari masing masing TP untuk menyampaikan usulan dan juga masukan untuk perkembangan CU Daya Lestari. “Adapun sejumlah kegiatan bakti sosial juga telah digelar yaitu perbaikan WC, serta aksi kebersihan kerjasama Pusksesmas Ujoh Bilang dengan bagikan abate, fogging pencegahan DBD, penyerahan tong sampah, dan juga pasar murah. kegiatan lain yaitu lokakarya mengenai perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga CU DL serta lokakarya mengenai manual operasional pemberdayaan dalam kelompok usaha bersama. Serta kgiatan puncak dalam kegiatan hari ini, mendengarkan pertanggungjwaban pengurus CU DL 2016 dan laporan kerja tahun buku 2017, serta mendengarkan pertanggungjawaban dari dewan pengawas. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*