Gunakan Dana Kampung, Untuk Meningkatkan Tarap Hidup Masyarakat Kampung.

Gunakan Dana Kampung, Untuk Meningkatkan Tarap Hidup Masyarakat Kampung.

Demi meningkatkan fasilitas dan prasarana di Kampung-kampung yang berada didaerah Kabupaten Mahakam Ulu. Hari jumat, (29/9) beberapa waktu yang lalu Bupati yang diwakili oleh Wakil Bupati Y Juan Jenau mengunjungi Kampung Lutan Kecamatan Long Hubung, dalam rangka meresmikan Amin Ayaq dan Kantor Petinggi Kampung Lutan.

Masyarakat Kampung sangat atusias menyambut kehadiran rombongan Wakil Bupati, acara yang diawali dengan upacara acara adat, serta dilanjutkan dengan ramah tamah dengan rombongan Wakil Bupati, dan mengunjungi Kantor Petinggi Kampung Lutan yang baru saja diresmikan.

Dalam sambutanya Waki Bupati menyampaikan, sebagaimana yang kita ketahui bagunan Amin Ayaq dan Kantor Petinggi Kampung ini, adalah bangunan yang sangat penting dan harus ada disetiap Kampung-kampung, karena sarana ini merupakan wadah bagi masyarakat kampung untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan, baik itu berupa kegiatan ritual adat maupun kegiatan penting lainya.

hms-1

Wakil Bupati Y. Juan Jenau Memukul Gong Tanda diresmikannya Lamin Ayaq dan Kantor Petinggi Kampung Lutan

“Dan juga patut diingat juga bangunan ini merupakan simbol dari kebudayaan kita yang harusnya terus di lestarikan, oleh karena itu mari kita semua dapat memelihara, menjaga dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama,”tegasnya.

Juan menambahkan, kepada seluruh masyarakat Mahakam Ulu khususnya Kampung Lutan, agar dapat selalu ikut berperan serta dalam menjalankan roda pembangunan dengan program-program, dari Bupati dan Wakil Bupati dalam mengawali visi dan misi kami pada periode 2016-2021.

“Kami menyambut baik dengan pembangunan amin ayaq ini dan juga pembangunan Kantor Pentingi Kampung, karena ini sejalan dengan misi kami yang pertama, membangun dan meningkatkan sarana dan prasana publik, yang berkualitas, adil, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,”ungkapnya.

Lebih dalam ditambahkan Wabup, perlu saya sampaikan bahwa mulai tahun ini disetiap kampung sudah mengelola dana kampung itu sendiri, dan tahun depan setiap kampung akan memperoleh dana yang cukup besar, jadi kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat dalam pengelolaan dana kampung ini, gunakan lami ayaq ini untuk bermusyawarah berunding untuk memperoleh mufakat dalam penggunaan dana kampung ini agar tepat guna.

“Namun dalam hal ini kami menghimbau dana ini memang dapat digunakan untuk membangun fisik, akan tetapi kalau kita lihat bangunan fisik sudah cukup memadahi disetiap kampung-kampung, jadi yang perlu kita bangun lagi dengan mengunakan dana ini adalah membangun peningkatan ekonomi masyarakat baik itu berupa pertanian, perternakan dan lain sebagainya,”imbaunya.

Ia menjelaskan, oleh karena itu runding dengan baik manfaatkan seluruh sumber daya yang ada dikampung ini untuk memperoleh ide-ide kreatif dalam pengunaan dana kampung ini guna meningkatkan tarap hidup masyarakat kampung, dan bagi seluruh lembaga yang terlibat haruslah terbuka janganlah dana ini hanya digunakan untuk sekelompok orang saja.

“Jadi kami harap dana yang akan dikucurkan nanti ke setiap kampung-kampung dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama dapat digunakan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan di masing-masing kampung sehingga kedepannya tarap hidup masyarakat kita semakin tahun semakin meningkat,”jelasanya.

Kami yakin bahwa lima tahun kedepan lebih dalam di tegaskannya, semoga dalam masa periode kami berdua menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu akan kelihatan paling tidak langkah awal dan langkah dasar yang baik untuk membangun Mahakam Ulu kedepan dengan lebih baik.

Dalam acara tersebut hadir pula Sekretaris Daerah Drs. Yohanes Avun, Asisten Kestra dan Administrasi Umum Toni Imang, Kepala SKPD dan seluruh lapisan masyarakat Kampung Lutan.

Bupati Mahulu Mendukung  Program Kaltim Green

Bupati Mahulu Mendukung Program Kaltim Green

MAHULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sangat mendukung sekali rencana Pemerintah Pusat dan Pemprov Kaltim, dalam mewujudkan Kaltim Green yang telah didengung-dengungkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini. Pernyataan sikap itu disampaikan langsung oleh Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh dihadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, pada acara “Menyatukan Komitmen dan Langkah Menuju Kaltim Hijau”, yang dilaksanakan di ruang Satoo Garden, Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa malam (26/9).

dsc_8327

Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek Ishak memberikan Sambutan Kepada Pesera Acara Kaltim Green.

“Kami dari Kabupaten Mahakam Ulu siap mendukung program yang telah direncanakan oleh Gubernur Kaltim, dalam membawa kebaikan bagi lingkungan hidup dan hutan di Kaltim, khususnya di Mahakam Ulu yang merupakan Heart of Borneo (HoB) satu-satunya di Kaltim,” ungkap Bupati.

Keseriusan Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung Kaltim Hijau, lanjut Bupati, telah ditunjukkan dengan ikut menandatangani testimoni Green Kaltim pada bulan Mei lalu.

Untuk diketahui Kabupaten Mahakam Ulu merupakan daerah otonomi baru (DOB) di Kaltim yang baru berusia 3 tahun. Lalu perlu diketahui Mahakam Ulu sekitar 85 persen memiliki tutupan hutan yang sangat besar di Kaltim. Sehingga Mahakam Ulu ditetapkan sebagai HoB di Kaltim maupun di Indonesia.

“Ini menunjukkan Mahakam Ulu sangat mendukung sekali program yang telah direncanakan oleh Gubernur Kaltim, apalagi banyak sekali program pembangunan yang direncanakan Gubernur Kaltim membawa kemajuan bagi Kaltim, khususnya bagi Mahakam Ulu,” tegasnya.

Bupati juga menambahkan, perlu diketahui dalam mensukseskan kegiatan Kaltim Green ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Mahakam Ulu. Seperti tahun 2014 telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Norwegia dalam mewujudkan HoB Mahakam Ulu yang dilaksanakan pertemuan di Balikpapan. Kemudian juga di Tahun 2015, Pemkab Mahakam Ulu diundang Pemerintah Norwegia untuk melihat pengelolaan hutan di Norwegia yang melibatkan masyarakat disekitar hutan.

Disamping itu juga, Pemkab Mahakam Ulu selama ini menjalin kerjasama dengan WWF Indonesia, dalam pengelolaan hutan di Mahakam Ulu yang melibatkan masyarakat kampung yang tinggal di sekitar hutan, baik dalam mengelola sumber daya alam disana, serta melakukan pemetaan hutan yang sangat dilindungi.

Birokrasi Mahulu Harus Profesional

Birokrasi Mahulu Harus Profesional

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh mengharapkan agar aparatur sipil negara (ASN) dapat menghadirkan birokrasi yang menerapkan prinsip profesionalisme, komptensi, kualifikasi, kinerja yang terukur dan transparansi dalam mengambil keputusan.

Kemudian harus objektivitas dalam mengambil tugas serta bebas dari KKN serta senantiasa menghindar dari afiliasi dan intervensi politik.

Hal ini disampaikan Bupati Mahakam Ulu  Bonifasius Belawan Geh,SH pada saat pembukaan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dilingkungan Pemerintahan Mahakam Ulu di Lamin Adat Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Rabu (21/9).

“Saya tekankan, bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pejabat dan staf dapat memahami substansi Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta seluruh aturan perundangan yang terkait dengan upaya menghadirkan birokrasi yang melayani dan melakukan serangkaian  penyempurnaan komprehensif dalam manajemen tata kelola kepegawaian, mulai dari sistem perencanaan, pengadaan, pengembangan karir dan promosi, penggajian, serta sistem dan batas usia pensiun,” ungkap Bupati.

Bupati menambahkan, bahwa di dalam keseluruhan manajemen tata kelola bidang aparatur sipil Negara, telah diamanatkan. Proses pengangkatan CPNS sudah harus  dilakukan secara sangat terencana, sehingga setiap CPNS yang diangkat memang merupakan  calon dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan serta diangkat melalui tahapan yang jelas, transparan dan bebas dari unsur KKN.

Menempatkan setiap CPNS yang diangkat pada setiap SKPD dilakukan sesuai dengan formasi yang diberikan oleh Pemerintah serta pendidikan dan pelatihan, baik yang bersifat kedinasan atau pendidkan dan pelatihan teknis dilakukan secara obyektif, dengan mengedepankan kriteria kualifikasi, dedikasi dan tanggung jawab pelaksanaan tugas tiap PNS, keberadaan baperjakat sudah ditiadakan.

Dengan demikian, lanjutnya, promosi dan mutasi harus dilakukan melalui kegiatan pemetaan jabatan dan ketersediaan sumberdaya manusia. Untuk menjamin obyektivitas pelaksanaan promosi dan mutasi dalam undang-undang 5 tahun 2014, yang ditindaklanjuti dalam Permenpan No 13 tahun 2014, dilakukan melalui pansel yang ditunjukan oleh Bupati.

“ Besar harapan saya bahwa seluruh pejabat dan staf dapat memberikan perhatian yang serius terhadap seluruh penjelasan yang disampaikan oleh narasumber. Dengan penjelasan  yang disampaikan, kita akan melakukan rangkaian kegiatan berikutnya secara bertahap, dalam rangka menciptakan birokrasi ASN yang kredibel dan penuh tanggungjawab,” ,” tegas Bupati.

Perlu diketahui sosialisasi UU No 5 tahun 2014 ini dilaksanakan oleh Bagian Kepegawaian Setkab Mahakam Ulu. Dengan peserta yang hadir mencapai 200 orang yang terdiri pegawai ASN dilingkungan Pemkab Mahakam Ulu. Dengan mengundang narasumber Adri Patton Direktur Assesment Center, Universitas Mulawarman dan Sulardi.

Pemerintah Pusat Memberikan Perhatian Serius Terhadap Pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu

Pemerintah Pusat Memberikan Perhatian Serius Terhadap Pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPera) Mochammad Basuki Hadimuljono dan Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek Ishak yang telah memberikan perhatian sangat besar terhadap pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu.

 

Hal itu disampaikan Bupati dalam wawancaranya dengan Humas Kab. Mahakam Ulu setelah mengikuti pertemuan audiensi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional di Provinsi Kalimantan Timur dan pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu, yang dilaksanakan di ruang rapat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Selasa (13/9).

 

“Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek Ishak karena telah memfasilitasi beberapa pertemuan dengan Kementerian terkait dalam rangka memperjuangkan anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu”. Dimana perlu diketahui bahwa DOB Mahakam Ulu ini dibentuk berdasarkan UU No. 2 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Mahakam Ulu di Provinsi Kalimantan Timur, yang berarti Kabupaten ini baru berusia 3 tahun. Secara geografis Kabupaten Mahakam Ulu terletak di daerah pedalaman yang berbatasan langsung dengan Serawak (Malaysia Timur) dimana Kabupaten ini masih sangat minim pembangunan di berbagai sektor yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pengembangan wilayah, wilayahnya sangat terisolasi karena belum memiliki akses transportasi yang layak dan memadai, minimnya media informasi dan komunikasi, minimnya sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, transportasi ekonomi biaya tinggi sehingga kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam mengatasi berbagai kesulitan serta kebutuhan pembangunan di berbagai  sektor yang dibutuhkan di Mahakam Ulu.

 

Lebih jauh dikatakannya, perlu diketahui saat ini bahwa Kabupaten Mahakam Ulu mengalami masalah besar pada program pembangunan TA 2016 sebagai akibat dari pengurangan anggaran akibat dari kebijakan pemerintah pusat melalui Perpres No.66 Tahun 2016 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2016, yang substansinya adalah pemotongan dana transfer pusat ke daerah yang bersumber dari dana perimbangan yang menjadi defisit APBD Kab. Mahakam Ulu. Berdasarkan APBD Mahakam Ulu 2016 pemotongan Dana Perimbangan sebesar Rp. 385.663.380.000.-. Dan PMK No. 125 tahun 2016 tentang Penundaan Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Mahakam Ulu sebesar Rp. 69.404.062.680,-. Total jumlah pemotongan dana transfer yang menjadi defisit anggaran APBD Murni TA 2016 Kabupaten Mahakam Ulu kurang lebih 455 milyar rupiah dari total Pendapatan Daerah pada APBD Murni TA 2016 sebesar 1,4 Triliyun. Untuk itu Pemerintah Kabupaten melakukan koordinasi salah satunya melalui audiensi ke Pemerintah Pusat dan Kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah yang perlu segera diambil dalam upaya mengatasi persoalan pembangunan dan persoalan-persoalan lainnya yang timbul sebagai efek domino akibat terbitnya Perpres No. 66 Tahun 2016 dan PMK No. 125 Tahun 2016.

 

Terkait dengan komitmen Kementerian PU pada saat audiensi dimaksud, akan memperhatikan pembangunan di Mahakam Ulu yang berada dalam kewenangan Kementerian PU khususnya pembangunan jalan dan jembatan dengan mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan dan jembatan dari batas Kutai Barat ke Ibu Kota Kabupaten Mahakam Ulu dan dari Kecamatan Long Bagun menuju Batas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Bupati berharap agar komitmen tersebut dapat segera diwujudkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Mahakam Ulu yang sangat mendesak. Selanjutnya Bupati memberikan arahan kepada SKPD terkait agar melakukan koordinasi secara intensif dengan Kementerian PU. (Advertorial/Humas06)

Kementerian PU Janji 2017 Jalan Mahulu Sudah Diaspal

Kementerian PU Janji 2017 Jalan Mahulu Sudah Diaspal

MAHULU – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basuki Hadimuljono berjanji kepada Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, bahwa di tahun 2017, jalan mulai dari perbatasan Kutai Barat hingga ke Mahakam Ulu dipastikan sudah menghitam.

 

Hal ini disampaikan Basuki dalam acara audiensi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional di Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan di ruang rapat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa (13/9).

 

Audiensi ini dihadiri juga oleh Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak, Ketua DPRD Mahakam Ulu Novita Bulan, Kepala Bappeda Mahakam Ulu Stefanus Madang, Kabag Humas Nasution Hibau Djaang serta beberapa kepala daerah di Kalimantan Timur.

rapat_dengan-_kementrian_pu_mahulu

Audiensi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional di Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan di ruang rapat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

“Mahakam Ulu sungguh-sungguh akan menjadi perhatian saya, dan semoga tahun 2017 akan saya perjuangkan untuk pembangunan jalan. Memang sungguh ironis, sebagai kabupaten baru namun tidak ada satu meterpun jalan beraspal,” ungkap Basuki.

 

Sesuai dengan perintah Presiden RI agar jalan dapat menjadi perhatian serius Kementerian PU untuk wilayah-wilayah perbatasan, lanjutnya, dan perlu diketahui saat ini sedang ada perencanaan programnya, sehingga mudah-mudahan di tahun 2017, akan dibangunkan jalan dari batas Kutai Barat hingga ke Kabupaten Mahakam Ulu sudah dapat diaspal.

 

Sementara itu Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh dalam sambutannya mengatakan, Mahakam Ulu ini baru berumur 3 tahun, sebagai daerah baru dan letaknya berada di pedalaman pulau Kalimantan dan berbatasan langsung dengan negara Serawak – Malaysia.

Terkait dengan kondisi jalan di Mahakam Ulu, lanjutnya, harus diakui kondisi sungguh sangat memprihatinkan sekali, dimana tidak ada satu meterpun atau sejengkal jalan belum ada aspalnya. Kondisi jalan saat ini masih tanah dan rusak parah.

 

Untuk diketahui jarak jalan dari Mahakam Ulu ke Ibukota Provinsi Kalimantan mencapai 500 kilometer, sedangkan pembangunan jalan untuk pembukaan akses isolasi di kabupaten Mahakam Ulu mencapai 750 kilometer, yang terdiri dari jalan non status mencapai 200 kilometer, jalan negara mencapai 450 kilometer, jalan antar desa ke kabupaten sekitar 100 kilometer, sedangkan kebutuhan pembangunan jembatan di berbagai lokasi diperkirakan mencapai panjang total 1.000 meter. Jembatan sungai Mahakam 3 titik dengan masing-masing bentangan antara 100 – 200 meter per jembatan, sedangkan jembatan sungai ratah dengan bentangan 120 meter.

 

“Dan dalam kesempatan ini kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Kaltim, diajak untuk bertemu bapak menteri, untuk menyampaikan segala permasalahan, dan meminta serta memohon kepada bapak menteri untuk membantu hal ini,” ungkap Bupati.

 

Ditambahkan oleh Kepala Bappeda Mahakam Ulu Stefanus Madang, pada bulan Maret lalu, hasil konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur, dan menyurati kementerian PU, tentang pengusulan status jalan. Antara batas kubar ke mahakam ulu yang hingga kini masih non status, hingga untuk percepatan pembangunan menjadi sangat sulit, dan hingga kini belum ada jawaban dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 

Dimana 136 kilometer jalan ini masih dalam kondisi tanah, sehingga apabila musim penghujan menjadi masalah bagi kami. Jalan yang ada ini dipergunakan untuk kelancaran penggunaan pengangkutan barang dan orang serta utama material yang dipergunakan untuk pembangunan di Mahakam Ulu.

 

Dalam kesempatan itu Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyampaikan bahwa beberapa minggu lalu Provinsi Kalimantan Timur telah mengusulkan pada tahun anggaran 2017 tentang prioritas infrastruktur. Pemprov Kaltim mengusulkan mulai dari tering, perbatasan Kubar hingga Mahakam Ulu. Lalu dari Ujoh Bilang, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari.

 

“Dan ini janji bapak Presiden, bahwa dana untuk daerah pinggiran tidak akan dihapus, dan mudah-mudahan menteri PU tidak menghapus,” tegasnya. (Advertorial/Humas06)